Monday, November 05, 2018

Hobby




Berbicara tentang hobi,  pernah gak berpikir mengapa setiap kita diberikan ketertarikan dengan hobi-hobi tertentu? Ada yang hobi masak, ada yang hobi makan, ada yang hobi olahraga (itupun berbeda-beda: sepak bola, jogin,basket, dsb), ada hobi catur, ada hobi nonton, ada hobi nulis, bahkan ada hobi ikut-ikutan menirukan sesuatu yang viral  seperti yang ada di medsos.
Menurut hemat saya sebagai anak Tuhan, ketertarikan kita terhadap suatu hal pasti ada maksudnya. Tidak ada sesuatu yang kebetulan bukan? Saya kira Tuhan memberikan ketertarikan itu dalam diri kita agar kitapun bisa mengembangkan diri kita dan menjadi berkat lewat hobi tersebut.

Nah,saya akan menceritakan secara singkat, bagaimana hobi saya bisa memberkati orang lain.
Berawal dari hobi suka jepret-jepret, pakai kamera compact awalnya, dan suka keluyuran di luar untuk mencari makan siang dan makan malam.  Tiba-tiba seorang rekan berkata: “Kenapa tidak coba buat instagram koleksi kumpulan makananmu semua.”  Ide itu ternyata berbekas dibenak.  Sayapun segera membuatnya. Soo, saya perdalam ilmu foto saya.  Dari camera compact, ke mirrorles, upgrade lagi ke level yang lebih tinggi, ganti lensa, beli peralatan dan seterusnya. Singkat cerita, selama dua tahun saya menjalankan hobi saya, follower saya menyentuh angka 12ribu.  Hampir tiap hari ada endorse-an selama di Makassar.  Dan saya bersyukur karena lewat hobi ini, saya bisa memberi arti bagi banyak orang.  Apa saja?
Pertama, untuk anggota gereja yang punya usaha makanan, saya jadi bisa meningkatkan dan mendorong usahanya dengan cara membantu mempromosikan
Kedua, bagi beberapa tempat makan, sering bertanya-tanya untuk konsultasi singkat bagaimana memajukan tempat makan di Makassar.  Dengan pengalaman keliling rumah makan, menambah strategi masing-masing rumah makan yang bisa dibagikan ke  pengusaha makanan yang lain.
Ketiga, saya jadi banyak berbincang-bincang dengan kaum yang berbeda golongan (agama, ras dan sebagainya).  Percakapan seputar makanan adalah awal untuk kita bisa berbicara lebih jauh kepada mereka yang berbeda golongan.  Semua orang suka makan bukan? Dan banyak hal yang bisa dibicarakan dengan memulai dari topik makanan tersebut. Jejaring, kenalan, koneksi, semakin meluas.
Keempat, disinilah tempat saya bisa berbagi dan bersaksi.  Saya harus menunjukkan kemurahan dan kasih yang lebih.  Saya harus menunjukkan hospitality dan keramahan yang lebih terasa.  Saya harus bisa membuat mereka mengerti bahwa  orang Kristen itu berbeda. Sedikit banyak hal ini memberkati orang lain.
Kelima, jadi semakin banyak kesempatan untuk berbagi.  Karena tidak semua endorsean bisa saya lahap sekaligus, sebab itu saya harus membaginya ketetangga, sekuriti, anak-anak lorong yang main sepak bola di depan rumah, orang-orang yang tidak mampu, dan sebagainya. Tentu hal itu dapat memberkati orang lain.
Dari hal ini saya dapat menyimpulkan bahwa ternyata dari hobi sekalipun kita bisa menjadi berkat bagi orang lain loh guys.  Orang yang hobi masak bisa membagi resep dan teknik cara masak agar bisa dicintai suami lebih lagi.  Orang yang hobi Stalker mungkin bisa semakin tahu pergumulan orang lain, dan bisa diam diam mendoakan.  Orang yang hobi foto, mungkin bisa mencapture foto-foto indah dan memberikan quote renungan dari sana.  Dan banyak cara dimana kita bisa menjadi berkat lewat hobi kita. Minta Tuhan hikmat, dan minta kreatifitas untuk mengembangkan dari sekedar hobi menjadi berkat.

Sunday, October 28, 2018

INSPIRASI FILM 'A STAR IS BORN'



Sebagai seorang penggemar film layar lebar, saya biasa meluangkan waktu entah bersama teman atau sendiri saja untuk menyaksikan film-film apik yang sedang tayang.
Selain menyenangkan, banyak hal yang bisa dipelajari dari menonton sebuah film. Kita bisa menambah inspirasi dan mengasah kreativitas dengan belajar tentang alur cerita dan teknik penyuntingan film. Kita juga bisa menggali nilai-nilai kehidupan dari kisah yang disuguhkan. Selain itu, karena saya percaya di balik sebuah film ada riset psikoanalisa-nya, kita juga bisa belajar seluk beluk psikologi para tokoh di dalam cerita.

Kali ini, film “A Star is Born” yang menarik perhatian saya.
Pertama, film ini diperankan oleh artis dengan julukan ‘Mother Monster’, Lady Gaga dan Bradley Cooper. Kedua, ketika memeriksa rating IMDb saya menemukan angka 8.3. Biasanya, rating IMDb sesuai dengan selera film saya.

Tentu saja saya tidak hendak menceritakan ulang kejadian demi kejadian dalam artikel ini. Jadi, tenang saja, no spoiler bagi yang belum sempat menontonnya. Saya ingin membagikan nilai-nilai positif yang kiranya bisa menginspirasi dalam keseharian hidup kita.

 Hal apa saja itu?  Silahkan klik selengkapnya di link dibawah ini

http://www.ributrukun.net/2018/10/27/dari-film-a-star-is-born-bakat-saja-tidak-akan-membuatmu-bersinar-perlu-3-hal-ini-untuk-melahirkan-seorang-bintang/

Thursday, October 11, 2018

Inspirasi dari Asian Para Games



Belum lama ini, Indonesia diberikan hak istimewa oleh dunia, secara khusus Asia, untuk mengadakan event olahraga terelit dan terbesar se-Asia, Asian Games 2018. Kontingen dari 45 negara Asia berkumpul di Ibu kota dan Palembang, mengadu kekuatan dan ketangguhan di 40 cabang olahraga.

Tak lama setelah perhelatan Asian Games usai, Indonesia kembali menjadi tuan rumah event Asian Para Games, pertandingan antarolahragawan penyandang disability, para atlet yang memiliki keterbatasan atau – dalam bahasa awam, kecacatan – di tubuh mereka.
Nah, mumpung saya sedang berada di Jakarta dan kebetulan ada waktu kosong, saya memutuskan untuk hadir dan menyaksikan beberapa pertandingan Asian Para Games 2018.

Cabang olahraga yang dipertandingkan sangat unik. Ada lomba lari dengan kursi roda, lomba lari dengan kaki yang ‘tidak sempurna’, wheelchair basketball, pertandingan badminton sebelah tangan, renang satu kaki, lawn ball, goalball, dan cabang-cabang olahraga lain yang mungkin tidak banyak dikenal orang.

And you know what, saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menyaksikan event ini. Inspirasi dan energi seolah meledak-ledak tanpa henti dalam pikiran dan hati saya di Gelora Bung Karno saat itu. Inspirasi apa sajakah itu,.....................

Selanjutnya baca link dibawah ini.....

 

http://www.ributrukun.net/2018/10/11/dari-asian-para-games-2018-ini-kekayaan-inspirasi-dan-ledakan-energi-yang-saya-alami/

Saturday, October 06, 2018

Orang Terdekat



"Orang yang paling mampu melukai hati kita adalah orang terdekat kita sendiri", saya kira ini sebuah kebenaran yang telah dialami banyak orang.  Termasuk saya.  Entah kenapa, hati ini tampak begitu rapuh dan mudah terluka dengan apa yang dilakukan oleh orang yang paling dekat.  Yang seharusnya jika itu dilakukan oleh orang lain, mungkin sakitnya tidak seperti itu.  Namun ketika orang terdekat kita yang melakukannya, sakitnya itu tidak terkatakan.


Misal: Kalau teman biasa mengkhianati kita atau menolak kita, kita akan lebih tenang, dan kemudian berkata "Cukup tau dalam hati", ternyata orangnya begitu.  Namun ketika sahabat atau kekasih kita yang mengkhianati  atau menolak kita, kita akan bertanya "Why do you hurt me", dan seakan ada sesuatu yang menghujam jantung, dan ada gravitasi besar yang memaksa air mata kita keluar dari pelupuk mata.


Dilematis sekali bukan?   Kalau dipikir-pikir, seharusnya karena dia sahabat atau kekasih kita, seharusnya mereka adalah pribadi yang paling kita maklumi, dan pribadi yang bisa kita terima apa adanya.  Tapi disatu sisi, sebuah hal kecil mudah melukai hati kita.  Ini dilematis yang terjadi jika kita ingin menjalin relasi dengan orang dekat kita.

Sebagian besar orang lantas memilih untuk membangun tembok, dengan dalih "takut terluka", "Cukup sekali jantung terkoyak", atau "Mau hemat air mata".  Mereka menarik diri dari keterbukaan untuk terjalinnya relasi terdekat kembali.  Menutup kamar hati mereka erat-erat, agar tidak ada satu pribadipun yang bisa masuk kedalamnya.

Nah, hari ini saya cuma teringat dengan peristiwa ketika Yesus dikhianati dan ditolak oleh rasul Petrus, murid terdekatnya.  Saya kira tidak perlu dijelaskan kembali, betapa dekatnya relasi Yesus dengan Petrus.  Yesus mengasihi Petrus melebihi kasih sebagai guru dan murid.  Tapi ia mengasihi seperti seorang sahabat, seorang ayah, sebagai orang yang terdekat. 
Bagaimana ya kira-kira perasaan Yesus ketika PEtrus mengatakan: Aku tidak mengenal dia?  DAn itu terjadi ketika Yesus mengalami pergumulan yang sangat berat.  Sedih, terluka, kecewa, atau bagaimana?  Ingat, PEtrus sangat dekat dengan Yesus, dan orang terdekat itu juga yang menyangkal dan menolakYesus.

Tapi satu hal menarik yang saya perhatikan, bukan soal perasaan Yesus, tapi apa yang Yesus lakukan setelah itu.  Ia yang kembali mencari Petrus, IA yang kembali menerima PEtrus, IA kembali memberikan kesempatan kepada Petrus untuk mengasihi Dia kembali, dan kembali menjalin relasi kedekatan.  Bahkan Yesus memilih Petrus untuk menjadi pemimpin dari rasul-rasul lain, dan memakai PEtrus dengan luar biasa.


Ahh, Tuhan.  Saya mau punya hati seperti itu.  Hati yang terus terbuka untuk mengasihi.  Hati yang mau menerima kembali.  Hati yang siap mengampuni, bahkan sebagaimana hati ini terluka.
Mampukan kami Tuhan.  PErtebal kembali hati yang rapuh ini.

Friday, September 28, 2018

Sendiri Tanpa Merasa Sepi




Sepasang suami-istri muda telah tiga tahun menikah tetapi belum dikaruniai anak. Sang suami sangat sedih dengan kondisi mereka. Ia sering menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa memiliki anak.
Mencoba menghibur suaminya, suatu ketika sang istri berkata, “Yang, sudahlah, gak usah sedih. Coba lihat koko itu [maksudnya saya – penulis]. Dia malah, sudah usia segini, tinggal sendiri, gak ada istri, mengerjakan apa-apa sendiri, tetapi bisa tetap bahagia.”

Ya, sendirian tidak identik dengan kesepian, bukan?

Banyak orang yang sudah menikah dan punya anak, tetap saja masih merasa kesepian.  Sebaliknya, tidak selalu yang hidup sendiri bergelut dengan kesepian.
Saya adalah seorang pria single berusia 35 tahun. Awalnya, saya sempat juga mengalami kesepian. Akan tetapi, sekarang saya sangat menikmati hidup single dan menjalaninya dengan bahagia.
Untuk beberapa tips, bisa liat link yang sudah saya tuliskan di ributrukun.net
 Diklik yah

http://www.ributrukun.net/2018/09/28/sendiri-tidak-berarti-sepi-berdua-belum-tentu-bahagia-single-di-usia-35-saya-happy-dan-menikmati-menjalani-hidup-sendiri/