Tuesday, November 27, 2012

WASPADA TERHADAP DOSA KETAMAKAN (YOSUA 7) #1




Ketamakan merupakan sifat dasar dari setiap manusia.   Apa sih itu ketamakan?  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tamak itu diartikan:  selalu ingin beroleh banyak untuk diri sendiri; loba; serakah.  Sementara ketamakan dimengerti sebagai: keinginan untuk selalu memperoleh (entah itu harta, kekuasaan, materi, dsb) sebanyak-banyaknya.  Sejak awal manusia diciptakan, setiap kita memiliki kecenderungan untuk tamak, menginginkan materi sebanyak-banyaknya untuk kepuasan sendiri.  Lihat klip ini (baby berebutan dot: 1.25 mnt)Coba perhatikan klip ini, kedua anak ini sama-sama diberi compeng masing-masing satu.  Tapi mereka tidak merasa puas dengan apa yang mereka miliki, ada keinginan untuk memperoleh compeng sebanyak-banyaknya, kemudian mereka baku berebut.  Bukankah hampir semua anak-anak begitu?  Selalu ingin mengumpul lebih-dan lebih untuk kesenangan sendiri.  Dari sini kita disadarkan bahwa dalam setiap pribadi kitapun ada kecenderungan untuk jatuh kedalam dosa ketamakan.  Kita tidak bisa memungkirinya.  Setiap kita disini, tidak peduli orang kaya atau tidak, tidak peduli berapapun usia kita, tidak peduli apapun pekerjaanmu, bahkan termasuk saya sendiri yang notabene adalah seorang hamba Tuhan,... ya setiap kita sangat memungkinkan untuk jatuh dalam dosa ketamakan.  Mengapa?  Sebab sejak awal kita lahir, natur dosa yang satu ini sudah diturunkan dalam kedagingan kita.

Tetapi harus kita tahu bahwa Tuhan sangat membenci dosa ketamakan ini.  Dalam Alkitab berkali-kali Tuhan menegur, memarahi, bahkan mengutuk sikap-sikap anak Tuhan yang begitu tamak.  Itu sebabnya penting bagi kita untuk merenungkan tema ini, sebagai awasan dan pengingat bagi kita, untuk tidak terjatuh dalam dosa ketamakan.  Mari kita belajar dari kisah Akhan dari perikop yang sudah kita baca.  Saya yakin bahwa kisah ini ditulis dalam kitab ini untuk menjadi peringatan kepada setiap orang yang membacanya untuk menghindari sikap ketamakan dalam diri. 

Saya akan memberikan sedikit garis besar agar kita lebih memahami perikop ini.  Kitab Yosua ini menceritakan tentang bagaimana umat Israel akhirnya masuk ke dalam tanah pernjanjian yang dijanjikan Tuhan.   Sejak zaman Musa, umat Israel selalu dijanjikan bahwa mereka akan melewati padang gurun dan akan memasuki tanah perjanjian yang kaya akan susu dan madu.  Sesampainya di tanah itu, Musa meninggal dan digantikan oleh Yosua.  Tuhan memakai Yosua untuk memimpin umat Israel menguasai tanah perjanjian.  Sebab itu dalam kitab Yosua hampir sebagian besar isinya peperangan Yosua melawan bangsa-bangsa sekitar yang sudah berdiam disana.  Karena Tuhan telah menjanjikan tanah itu kepada Israel maka Tuhan juga memberikan kemenangan demi kemenangan menghadapi semua musuhnya.

Namun apa yang terjadi di pasal 7.  Ketika mereka akan berhadapan dengan suku Ai, yaitu suku yang sebenarnya sangat kecil dan sangat sedikit jumlah penduduknya, yang dikatakan bahwa hanya dengan 3000 pasukan saja cukup untuk mengalahkannya, namun Israel lari terbirit-birit kalah terhadap suku yang kecil itu.  Apa penyebabnya?  Selidik punya selidik, ternyata penyebabnya satu, karena umat Israel tidak taat kepada perintah Tuhan.  Seorang yang bernama Akhan telah mengambil barang-barang jarahan yang seharusnya dikhususkan untuk pekerjaan Tuhan.  Ketamakan Akhan membuat Tuhan tidak berkenan terhadap umat Israel sehingga mereka kalah menghadapi suku Ai.  Mari kita lihat, bagaimana sih awal mula ketamakan itu.

Datangnya Ketamakan
Setelah didapati bahwa Akhanlah yang bersalah terhadap kekalahan Ai, lantas Yosua bertanya kepada dia: mengakulah, apa yang telah kau perbuat?  Coba perhatikan jawaban Akhan di ayat 21 “aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

Perhatikan setiap kata kerjanya.  Ketamakan itu pertama di mulai dari melihat. Ada sesuatu yang menggiurkan dimata kita, entah itu harta, wanita, jabatan, atau apa saja yang menarik penglihatan kita, dan kita belum memilikinya.  Dalam konteks Akhan, ia melihat barang-barang jarahan yang begitu indah dan mahal.  Dan apa yang kita lihat itu tidak bisa kita hindari.  Setiap hari kita akan melihat banyak hal menarik disekitar kita.  Namun tidak masalah jika kita hanya melihat.  Yang dapat menjadi masalah itu adalah ketika kita mulai menginginkannya.  Menginginkan itu sendiri sebenarnya tidak menjadi masalah.  Namun jika keinginan itu hanya untuk memuaskan nafsu pribadi, dan mengorbankan kepentingan orang lain, apa lagi bertentangan dengan Firman Tuhan, disitulah akan menjadi bahaya besar.   Setelah Akhan melihat harta yang menarik itu, ia menginginkannya meskipun ia tahu persis bahwa harta itu   sebenarnya dikhususkan untuk Tuhan.  Keinginan inilah pemicu jatuhnya dosa ketamakan.  Dan dosa itu benar-benar terjadi ketika ada tindakan yang mendukung keinginan itu.  Setelah mengingini Akhan langsung mengambil semua barang itu sesuai dengan keinginannya.  Dan dosanya semakin diperparah, karena setelah mengambil ia menyembunyikannya dalam-dalam.  Mengapa ia menyembunyikan?  Karena ia tau persis bahwa tindakannya itu salah besar.  Ia tau ia salah, tapi ia tetap melakukannya demi kepuasan nafsu pribadi. 

Inilah proses terjadinya dosa ketamakan.  Itu juga kan yang dilakukan para koruptor?  Mereka melihat ada kekuasaan atau harta yang menarik perhatiannya.  Lantas mereka menginginkan kekuasaan dan lapar akan kekayaan demi kesenangan mereka sendiri.  Lalu mereka menghalalkan segala cara untuk meraup semua itu. Setelah melakukan kecurangan itu, kemudian segala tindakannya disembunyikan erat-erat dengan tipuan-tipuan yang sangat licik.  Mana ada koruptor yang terang-terangan melakukan korupsi.

Sebab itu saudara, mari kita hati-hati dengan apa yang kita lihat dan apa yang kita inginkan.  Ada lagu yang mengatakan dari mana datangnya cinta?  Dari mata turun ke hati.  Namun bukan hanya cinta yang datang dari mata turun kehati, dosa ketamakan pun demikian.  Datang dari mata, dan turun kehati.   Jika kita tidak berhati-hati maka kitapun akan menjadi orang yang tamak, yang terlalu mementingkan diri sendiri tanpa melihat kepentingan orang lain.  Atau mungkin saat ini malah ada di antara kita yang sudah terjatuh dalam dosa ketamakan itu (entah tamak harta, tamak kuasa, atau tamak jabatan, dsb), dan saat ini sedang menyembunyikan dosa itu erat-erat.  Jika ada, mari perhatikan  poin berikut tentang dampak dari dosa ketamakan.

No comments: