
Saturday, October 24, 2009
Keep Believe and Faithful.

Sunday, October 18, 2009
Celakalah

Mendengar kata “celakalah” tentu saja terkesan kasar. Dan sudah pasti tidak menyenangkan jika 9 huruf itu ditujukan kepada kita. Sebab kata ini bukan sekedar makian, melainkan lebih seperti sebuah kutukan. Kutukan yang mengharapkan orang lain mengalami celaka. Tentu saja hal celaka tidak diingini semua orang di mana saja dan kapan saja. Ketika saya berkata kepada seorang kawan "wah moga besok kamu sakit perut (dalam konteks bercanda)", kebanyakan mereka akan berkata "kok gitu sih doanya!". Padahal itu cuma bercanda. Bagaimana jika saya berkata "semoga besok kamu celaka". Wah kasar banget. Bisa-bisa identitas ku sebagai orang Kristen diragukan.
Tapi menarikanya, dalam kitab Injil Yesus pernah mengatakan "celakalah" berkali-kali. Tentu saja kelemahlembutan Yesus tidak perlu diragukan lagi. Tapi jika Yesus guru yang lembut itu sampai berkata "celakalah" tentu saja ini bukan hal sepele. Sudah pasti orang yang menjadi objek sasaran ucapannya adalah orang-orang yang lebih baik mengalami semua itu daripada ia hidup dalam kebebalan.
Dalam seluruh catatan Injil, Tuhan Yesus menegur 4 jenis orang dengan perkataan kutuk ini. Pertama adalah orang yang sudah mendapat pengajaran namun tidak beriman. Kedua, adalah orang-orang yang mengandalkan kekayaannya untuk masuk Surga. Ketiga, adalah orang-orang yang mengkhianati Yesus, secara spesifik Ia tunjukkan kepada Yudas. Dan yang terakhir ialah kepada orang-orang munafik. Dan ungkapan celaka ini paling sering ditujukan kepada orang jenis terakhir ini.
Berkaca dari 4 tipe di atas, bagaimana dengan kita. Apakah kita berada dalam orang-orang yang cocok dikategorikan sebagai orang celaka? Apakah kita adalah orang yang tidak beriman walaupun sudah menerima berbagai pengajaran FT? Apakah kita mengandalkan kekayaan kita untuk masuk Surga? Apakah kita sedang mengkhianati Tuhan? Atau apakah kita sedang berada dalam kemunafikan ntah sadar atau tidak? mungkin kita giat melayani keagaamaan kita. Tapi sungguhkah itu dengan motivasi yang tepat. Di mana tanpa sedikitpun ingin menonjolkan narsisme dan ego kita?
Think about it.....
Saturday, October 10, 2009
Menurut Perbuatan

Coba renungkan beberapa ayat dari Roma 2:6-10 di bawah ini, dengan judul perikop, hukuman Allah atas semua orang:
6. Ia akan membalas semua orang menurut perbuatannya,
7. Yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidak binasaan
8. tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan diri sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat pada kelaliman.
9. Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama orang-orang Yahudi dan juga orang Yunani,
10. tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.
Refleksikan:
Seringkali orang Kristen merasa cukup hanya dengan percaya kepada Tuhan. Mereka puas karena mereka sudah diselamatkan, hingga mereka tidak terlalu peduli akan tindakan dan perbuatan-perbuatan mereka. Tak heran kan, banyak orang Kristen yang begitu egois, serakah, melakukan korup, kecurangan dalam dunia kerja mereka, pikiran-pikiran kotor, bahkan ada yang selingkuh.
Sepertinya paradigma yang selama ini beredar cukup menyimpangkan kita. Tuhan juga mengadili seseorang menurut perbuatannya. Kata perbuatan (erga) mengacu kepada segala aktifitas yang keluar sebagai tindakan kita. Perbuatan baik itu sebenarnya bukanlah sebagai ungkapan syukur atas keselamatan yang Ia berikan. Tapi perbuatan baik itu merupakan tuntutan yang Tuhan wajibkan untuk kita. Memang perbuatan baik bukanlah penyebab seseorang diselamatkan, melainkan hanya iman. Tapi iman itu menuntut suatu perbuatan baik untuk dilakukan. Karena itu Yakobus 2:24 mengatakan "jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman."
Coba juga perhatikan di kitab-kitab Injil. Didalamnya sebagian besar berbicara tentang tindakan dan pebuatan yang harus ditiru dariNya. Entah kasihnya, kepeduliannya, kebaikannya, kemurahannya, dan kelembutannya.. Tak heran Tuhan pernah berkata "Mereka yang melakukan kehendak Bapa, itulah saudara-saudaraku". Yesus sangat menekankan akan perbuatan-perbuatan baik dari orang percaya.
So, perbuatan baik itu juga tuntutan. Perbuatan bukanlah sekedar ungkapan syukur kita.
Ingat ini:
7. Yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidak binasaan
8. tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan diri sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat pada kelaliman.
Jika saudara adalah seorang Kristen yang terlalu fokus dengan keuntungan diri sendiri sehingga menghalalkan segala cara dalam pekerjaan; jika saudara adalah seorang Kristen yang tidak mau melepaskan dunia pornografi; dan jika saudara adalah seorang Kristen yang tidak mempunyai kasih; ingatlah murka dan geram ada pada saudara, penderitaan dan kesesakkan akan menimpa saudara.