Friday, April 13, 2012

4 TIPE PELAYAN DALAM KISAH NAAMAN




Kita mungkin sudah sering membaca dan mendengar kisah Naaman sejak kita kecil. Sebuah kisah tentang seorang panglima Aram yang terpandang karena sering membawa kemenangan bagi orang Aram. Namun orang yang terpandang itu terkena kusta; dan bagaimana akhirnya ia bisa berjumpa dengan nabi Elisha; iapun disembuhkan; dan Naaman menjadi orang yang percaya kepada Tuhan.

Namun pada kali ini saya tidak mau menceritakan lagi kronologis kisah itu dengan detil, karena pasti kalian sudah sering mendengar cerita ini. Saat ini saya ingin kita melihat dari sudut pandang yang berbeda dari kisah ini. Ketika saya membaca bagian FT ini, saya menemukan ada 4 tipe pelayan dengan peran yang berbeda. Yang menjadi objek disini adalah Naaman, seorang tentara aram yang tidak mengenal Tuhan. Sementara itu dalam cerita ini ada 4 pelayan Tuhan yang sudah mengenal Tuhan, dan menariknya, ke 4 pelayan ini memiliki andil masing-masing untuk membawa Naaman mengenal Tuhan.

Tipe pelayan pertama ada di ayat 2 dan 3. “Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” Siapakah anak perempuan itu? Kita tidak tau dan kenal siapa dia. Namun yang pasti dia adalah seorang yang sangat tidak terpandang. Zaman dulu wanita adalah masyarakat kelas 2 yang tidak terlalu dianggap. Gadis itu bukan hanya seorang wanita, namun ia juga masih kanak-kanak, yang membuatnya tambah tidak dianggap. Bahkan status gadis ini adalah seorang tawanan / budak. Jadi jelas sekali bahwa gadis ini pasti seorang yang tergabung dalam kelompok minoritas, yang tidak mempunyai hak sama sekali, dan tidak dianggap oleh siapapun juga. Namun menariknya, ketika ia melihat penyakit yang diderita tuannya, gadis ini memberanikan diri untuk memberitakan kabar baik kepada Naaman. Ia memperkenalkan ada seorang nabi di Israel yang bisa menyembuhkan dia. Saya berpikir, mungkin saja gadis ini awalnya mau memperkenalkan Allah. Tetapi tentunya akan dianggap lancang oleh Naaman, karena orang Aram juga memiliki Allah sendiri. Karena itu gadis ini hanya memperkenalkan nabi Elisha, seorang yang dekat dengan Allah.

Inilah tipe pelayan pertama. Dia orang yang terbatas, tetapi ada kerinduan untuk memperkenalkan kabar baik. Jika dikontekskan ke zaman sekarang, mungkin itu seperti orang-orang Kristen, yang sederhana, dan terbatas, tetapi ada kerinduan dalam hatinya untuk membawa jiwa datang kepada Tuhan. Namun karena mereka tidak fasih bicara, lantas mereka hanya mengajak ke gereja, mengikuti persekutuan, dan keindahan di dalam tubuh Kristus, dengan harapan kelak orang-orang ini mengenal Kristus. Ini tipe pertama.

Tipe pelayan kedua diwakili oleh nabi Elisa sendiri. Ia adalah pelayan yang menjadi alat Tuhan untuk menyampaikan kuasa dan maksud Tuhan. Ia adalah pelayan Tuhan yang dipercayakan untuk menyatakan kasih karunia Tuhan. Dan melalui nabi Elisalah, kuasa Tuhan, firman Tuhan, dan kehendak Tuhan dinyatakan terhadap Naaman. Kalau dikontekskan ke zaman sekarang ini mungkin seperti para pemberita injil atau para hamba Tuhan. Walaupun hamba Tuhan bukan seorang nabi. Para hamba Tuhan adalah orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk menjadi pemberita Firman Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang meluangkan waktu secara full time untuk merenungkan Firman Tuhan, menggali, memahaminya, dan kemudian membagikan berkat Firman itu kepada jemaat yang dilayani. Mereka adalah orang-orang yang berusaha menyelami isi maksud hati Tuhan lewat Firman-Nya, dan membagikan kehendak Tuhan itu kepada jemaat. Inilah tipe pelayan yang kedua.

Tipe pelayan yang ketiga dalam teks ini, yang juga jarang dikhotbahkan adalah tokoh pegawai-pegawai Naaman. Ketika gengsi dan harga diri Naaman tersinggung karena disuruh Elisha untuk mandi di sungai Israel, dimana dia berpikir bahwa tindakan mandi di sungai itu memalukan; dan ketika Naaman berencana untuk mengabaikan Firman itu dan pulang kembali ketempatnya, pegawai-pegawainya mengatakan “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.” Lalu Naaman berpikir lagi, bahwa benar juga apa yang dikatakan pegawainya. Dan kemudian ia pergi kesungai yang diperintahkan oleh Elisa, dan sembuhlah ia. Kalau dipikir-pikir, seandainya tidak ada pegawainya yang mengingatkan dia waktu itu, apakah Elisha akan sembuh? Tidak! Jika Elisha tidak sembuhpun maka ia tidak akan menyembah kepada Tuhan, dan tetap menyembah dewanya sendiri. Pegawai-pegawainya ini dipakai Tuhan untuk meneguhkan firman yang telah disampaikan oleh Elisa. Inilah tipe orang yang ketiga. Mungkin dia bukan penyampai Firman yang baik. Mungkin ia bukan seorang yang bermisi mengajak orang untuk datang kepada Tuhan. Tetapi ia dipakai untuk meneguhkan kebenaran Firman Tuhan yang didengarkan. Ia dipakai untuk memotivasi dan meyakinkan akan kebenaran Firman Tuhan.

Inilah tiga tipe pelayan yang dipakai Tuhan dengan perannya masing-masing yang kemudian berhasil membawa seorang Naaman datang kepada Tuhan. Kalau dibilang peran siapa yang paling penting? Saya katakan semuanya penting. Karena jika salah satu dari mereka tidak ada, maka Naaman tidak akan bertobat dan percaya Tuhan.

Sekarang kita melihat tipe pelayan yang keempat. Dia adalah Gehazi, bujangnya Elisa. Siapakah Gehazi? Saya kira Gehazi adalah orang yang sudah tahu banyak tentang Tuhan. Ketika menjadi bujangnya Elisa, ada banyak peristiwa yang mestinya membuat dia terkagum-kagum akan kuasa Tuhan. Tentunya dia pernah menyaksikan bagaimana Elisa membuat air yang pahit menjadi manis, ia juga pernah melihat bagaimana Elisa bernubuat dan semua nubuatannya tergenapi, ia juga tau kisah tentang minyak seorang janda yang tidak habis-habis, bahkan ia pernah menyaksikan seorang anak perempuan Sunem yang mati dan kemudian dibangkitkan. Saya kira ada banyak sekali pengalaman-pengalaman rohani yang luar biasa yang seharusnya mampu membuatnya makin dekat dengan Tuhan.

Namun seperti pepatah ‘Ayam mati di lumbung padi’ demikianlah juga dengan keadaan Gehazi. Walaupun ia tinggal di lingkungan yang dapat dikatakan sebagai ‘lumbung rohani’, namun Gehazi mengalami kematian secara Rohani. Hal ini dapat dilihat dari perubahan hidupnya, atau apa yang diperbuatnya. Setelah Naaman disembuhkan, dan hendak memberikan beberapa barang berharga sebagai imbalannya, Elisa menolak. Dipaksa-paksa tetap tidak mau, akhirnya Naaman pamit dan membawa kembali barang-barangnya itu. Namun Gehazi tidak rela bahwa harta yang begitu banyak disia-siakan begitu saja. Karena itu dengan diam-diam dia mengejar Naaman, dan berbohong dengan mengatakan bahwa tuannya minta beberapa harta itu. Gehazi tidak melihat keindahan dari sikap tuannya yang melayani tanpa meminta imbalan. Matanya hanya tertuju kepada harta yang seringkali merampok jiwa manusia. Ia tidak melihat kekayaan yang terdapat dalam Tuhan dan karya-karya yang telah ia saksikan. Ia lebih memilih harta dunia yang sementara, yang fana, yang hanya memuaskan mata. Karena itulah saya katakan Gehazi adalah seorang yang mati rohani, seorang ‘ayam’ yang mati di lumbung padi. Ia sama seperti Yudas, yang sudah tiga tahun mengikut Yesus, melihat karya-karya Yesus yang luar biasa, bahkan menerima kasih Yesus yang begitu nyata, tetapi ia harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena pengkhinatannya kepada Yesus.

Itulah tipe yang keempat. Tipe pelayan Tuhan, yang sebenarnya ada banyak kesempatan untuk berkarya, berperan, dan menyembah Tuhan, namun tanpa sadar mengalami kematian rohani, sehingga ia tidak lagi berperan apa-apa. Sepertinya banyak orang Kristen yang berada di tipe yang keempat ini. Orang-orang Kristen yang berada di lumbung rohani, yang dengan bebas setiap hari bisa mempelajari Firman Tuhan diberbagai kegiatan, menyaksikan kebaikan Tuhan, dan mengetahui karya Tuhan yang besar dalam dirinya, namun mereka kehilangan rasa cinta kepada Tuhan. Mereka kehilangan visi dan misi mereka sebagai orang Kristen untuk mengabarkan kabar baik keseluruh dunia. Yang terpikir dalam benak mereka hanyalah kenyamanan pribadi. Kedagingan masih begitu mengikat mereka sehingga mereka sama sekali tidak berperan untuk pelayanan.

Kalau ditanya kepada saudara saat ini, tipe yang manakah saudara? Mari kita mengintropeksi diri kita. Jangan-jangan kita berada di tipe yang keempat ini, yang tanpa sadar mengalami kematian rohani, tidak mengambil peran dalam karya keselamatan. Jika kita berada di tipe yang ini, mari kita berputar arah dan bertobat, sebab hidup seperti ini hanya mendatangkan penyesalan hidup. Sebaliknya mari kita meneladani 3 tipe sebelumnya. Walaupun mungkin kemampuan kita terbatas dan sedikit, namun yang terbatas itu bisa dipakai Tuhan untuk membawa jiwa datang kepada Tuhan. Yang pasti setiap kita pasti diberikan kemampuan untk melayani. Tidak ada satu orangpun yang tidak memiliki kemampuan untuk melayani. Mari kita mengambil peran dalam tubuh Kristus, memberitakan kabar baik, mengenalkan Tuhan kepada orang-orang yang belum mengenal-nya. Amin.

0 komentar: