Wednesday, April 07, 2010

Dia Bangkit Ku Ada Hari Esok (1 Tes. 4:13-14)



(Khotbah Penghiburan)

1 Tesalonika 4:13
Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal (sleep), supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
1 Tesalonika 4:14
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.



Saudaraku, barusan ini kita baru saja merayakan Jumat Agung dan Paskah di mana kita kembali mengingat akan Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Kemarin sewaktu kita mengadakan ibadah paskah, saya sangat terharu dengan sebuah lagu yang begitu indah. Ref lagu itu mengatakan demikian:

“Yesus hidup kini tetap hidup; Ia sertaku Ia dekatku jalan yang kutempuh; Yesus hidup ku memasyurkan-Nya….; Kau bertanya Ia hidupkah?.....Benar….Yesus hidup.”

Penulis lagu ini hendak menyadarkan setiap kita yang menyanyikannya bahwa Tuhan kita sungguh-sungguh hidup. Ia bukan Tuhan yang mati. Ia juga bukan Tuhan yang ada pada 2000 tahun silam saja. Tetapi Ia adalah Tuhan dari hari kemarin, saat ini, juga yang akan datang. Dia adalah Tuhan atas seluruh sejarah kehidupan manusia. Memang Alkitab menuliskan bahwa Yesus pernah mati terpalang di atas kayu salib. Namun tidak berhenti disana, Alkitab pun mencatat pada hari yang ketiga Ia bangkit kembali dari antara orang mati karena Ia adalah Allah. Ia adalah Allah yang hidup!

Saudara, sebenarnya kebangkitan Tuhan ini memiliki signifikansi bagi kehidupan orang Kristen saat ini, terutama bagi keluarga yang sedang baru saja berduka pada hari ini.

Kebangkitan Tuhan menyatakan kepada kita bahwa ada kebangkitan orang mati.

Seringkali kita sebagai umat Kristen sudah mengetahui akan adanya kebangkitan orang mati. Namun sayangnya seringkali pengetahuan itu hanya dikemas dalam bentuk teori tapi tidak disertai dengan keyakinan yang teguh dalam hati kita.

1 Tesalonika 4:13-14 berbicara akan hal ini. Surat Tesalonika ini ditulis kepada jemaat Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dari orang-orang kafir. Banyak orang Kristen yang akhirnya harus mati sebagai martir karena imannya. Banyaknya peristiwa kematian dihadapan mereka menyebabkan mereka menjadi bertanya-tanya akan kehidupan setelah kematian. Bukan hanya bertanya-tanya, banyak dari mereka yang akhirnya kehilangan pengharapan akan hal itu. Oleh sebab itu Paulus menegur mereka. Di ayat 13 Ia mengatakan “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.”

Mengapa Paulus mengatakan demikian? Selanjutnya di ayat 14 ia mengatakan “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.” Inilah alasannya. Kebangkitan Tuhan menyatakan kepada kita bahwa ada kebangkitan orang mati. Saudara, Allah kita adalah Allah yang maha kuasa. Dari zaman PL Allah sudah menunjukkan kepada kita bahwa Ia berkuasa membangkitkan orang mati (contoh anak seorang janda yang dibangkitkan oleh Elisha). Dalam PB kita bisa melihat Lazarus yang dibangkitkan oleh kuasa Tuhan. Dan kebangkitan Tuhan sendiri telah menunjukkan kepada kita akan kemahakuasaan-Nya. Ia bangkit dan Hidup! Ini menunjukkan bahwa semua kita yang percaya kepada Tuhan pun akan dibangkitkan. Bukan kebangkitan fisik yang fana, namun kita akan diberi tubuh yang baru dalam sebuah kehidupan yang baru juga.

Jika demikian, janganlah kita berduka seperti orang yang tidak memiliki pengharapan. Kalau kita perhatikan, Paulus bukannya menegur untuk tidak boleh berduka sama sekali. Berduka karena kehilangan tentu tidak dapat kita elakkan. Tapi ia menegur setiap kita yang berduka seperti orang yang tidak mengenal Tuhan. Seakan-akan tidak ada lagi kehidupan setelah kematian.

Saudara, jika Yesus telah mati dan bangkit, maka kita orang percayapun kelak akan dibangkitkan dan dikumpulkan bersama-sama dengan Dia yang telah lebih dahulu dibangkitkan. Jika Yesus tidak dibangkitkan, mungkin kita bisa sangat berduka. Karena jika Yesus mati, maka kitapun tidak ada kehidupan lagi. Tetapi sekali lagi, karena Ia sudah bangkit dan hidup, maka kitapun percaya bahwa orang yang sudah percaya kepada Tuhan akan dibangkitkan juga.

Saudara, ini merupakan penghiburan yang luar biasa bagi kita. Orang yang telah meninggalkan kita kini bersama-sama dengan Tuhan, menikmati persekutuan yang indah dengan Tuhan. Mungkin saat ini kita masih dalam keadaan duka. Tidak apa-apa, itu proses yang sangat wajar dan normal yang harus kita lalui. Manusia pasti berduka karena kehilangan orang yang kita kasihi. Tuhan Yesus pun pernah menangis sewaktu kematian Lazarus. Tapi tentunya kita tidak boleh berhenti dalam kedukaan saja, tentunya kita juga harus bersukacita, karena orang yang kita kasihi kini ada bersama-sama dengan Tuhan yang Hidup. Itulah pengharapan kita orang Kristen.
Kebangkitan Tuhan bukan hanya menunjukkan bahwa kebangkitan orang mati itu ada.

Namun kebangkitan Tuhan juga menyatakan bahwa Tuhan hadir beserta dengan kita.

Hanya orang yang hidup yang dapat menyertai kita. Sewaktu kekasih kita masih ada, ia akan menyertai kita. Tetapi jika kekasih atau orang yang kita kasihi sudah meninggal maka mereka tidak lagi dapat beserta dengan kita. Ss, ketika Tuhan bangkit dari kematian, dan hidup untuk selama-lamanya, maka selama hidup kita Ia akan menyertai kita. Kita adalah orang yang sangat dikasihi dan disayangi-Nya. Orang yang percaya kepada-Nya merupakan biji mata-Nya yang sangat berharga. Karena itu Tuhan kita yang sudah bangkit dan hidup selamanya itu akan senantiasa beserta kita.

Saudara, ini merupakan penghiburan bagi kita. Ia ada bersama-sama dengan kita. Karena itu di masa-masa duka ini, mari kita menyerahkan semua kesedihan dan pergumulan kita kepada-Nya. Karena Ia hidup Ia bisa diandalkan. Karena Ia bangkit, maka kita bisa bersandar kepada Dia. Mari datang kepada-Nya. Bawa segala kesedihan kita kepada-Nya. Kira-Nya Tuhan menghibur kita semua dengan kasih-Nya yang limpah.
GBu

No comments: