Sunday, January 22, 2012

RAHASIA MERAIH KEBERUNTUNGAN (Ulangan 28) # 3



Namun demikian kita tidak boleh membatasi berkat Tuhan itu hanya yang bersifat materi saja. Memang menjadi kaya dan hidup penuh harta tidak salah. Itu juga adalah berkat Tuhan. Namun kita harus ingat bahwa Tuhan bukanlah pusat di mana orang-orang mencari kekayaan atau harta. Jadi jangan samakan keberadaaan Tuhan dengan kuburan, gunung kawi, tempat keramat, atau dukun di mana orang-orang datang meminta kesembuhan atau kekayaan secara instan. Jika motivasi kita melakukan Firman Tuhan hanya unyuk mencari kekayaan, kita akan kecewa. Tuhan memberkati kita bukan supaya kita berlimpah harta untuk bisa memuaskan hawa nafsu kita; tetapi Ia memberikan berkat kepada kita supaya kita dapat hidup dalam kecukupan; dan terlebih, ia memberkati kita supaya kitapun dapat memberkati orang lain.

Sebenarnya ada berkat yang lebih penting bagi kita dari pada berkat materi. Berkat apa itu? Yaitu berkat Rohani. Mungkin kita berkata: loh, kan berkat yang diucapkan Tuhan di pasal 28 ini semuanya berisi berkat-berkat yang bersifat materi (kedudukan, kekayaan, keamanan, dsb)? Memang benar bahwa ulangan 28 itu banyak berbicara tentang berkat materi. Tapi kita harus memahami konteks waktu itu. Waktu itu yang disebut umat Tuhan adalah umat Israel secara fisik. Tuhan memilih mereka menjadi bangsa pilihan, dan Tuhan menjanjikan kepada mereka akan memasuki tanah kanaan secara fisik. Karena itu berkat-berkat yang dijanjikanpun berlaku secara fisik. Namun kita umat pilihan Tuhan yang sekarang berbeda. Saat ini setiap kita dapat dikatakan sebagai umat Israel secara Rohani. Dan tujuan kita bukan lagi tanah perjanjian secara Fisik, tetapi tanah perjanjian secara rohani, yaitu tanah Surgawi. Karena itu berkat-berkat yang disediakan kepada kita pun tidak sebatas berkat jasmani, tetapi lebih kepada berkat Rohani. Berkat Rohani itu bisa jadi iman yang kuat ditengah pergumulan; Berkat rohani juga bisa pengenalan akan Tuhan yang didapatkan ditengah-tengah penderitaan hidup; Berkat rohani dapat juga berbentuk perasaan syukur ditengah kehidupan yang sulit dan penuh kekurangan; berkat rohani bisa merupakan pengharapan ditengah jalan buntu yang kita hadapi; dan berkat rohani bisa juga merupakan perasaan damai ditengah keadaan kacau; dan sebagainya. Keluarga yang harmonis dan cinta kasih dari orang-orang dekat juga dapat terhitung berkat dari Tuhan yang bukan bersifat materi. Dan ketika kita dapat memiliki kesemuanya itu, maka kita bisa menjadi orang yang paling beruntung didunia ini.


Saya suka sekali dengan seorang pengarang lagu yang bernama Fanny Crosby. Selain lagu hymne yang diciptakan merupakan lagu-lagu yang indah yang masih terus dinyanyikan sampai saat ini, Crosby pun memiliki kisah hidup yang indah. Sejak ia kecil ia menderita sakit keras dan karena malapraktek yang dialami membuat matanya menjadi buta sejak kecil. Sejak kecil juga ia kehilangan ayah yang sangat dikasihi. Iapun hidup dalam keadaan yang sangat miskin. Tetapi bersyukur ada mama dan neneknya yang begitu cinta Tuhan. Setiap hari mereka memberitahu kepada Fanny tentang Firman Tuhan. Perlahan-lahan imannya bertumbuh. Ia semakin mendalami Firman Tuhan, dan iapun semakin terharu akan kasih Tuhan. Ketika ia berusia 8 tahun ia pernah menulis sebuah puisi yang berkata “O, betapa bahagia jiwaku, walau aku tidak dapat melihat, Aku katakan kepada dunia, betapa nyaman dan bahagianya aku, betapa banyak berkat yang ku nikmati, sementara yang lain tidak, untuk menangis dan berkeluh karena aku buta...Aku tak dapat, aku tidak akan.”

Akhirnya dengan keadaan yang demikian ia berhasil menggubah lebih dari 8.000 lagu hymne, dan dikatakan sebagai penulis lagu rohani paling produktif disepanjang sejarah. Salah satu pujian yang kita mungkin sering nyanyikan adalah “Jaminan mulia kuditebus, karena Yesus miliku abadi.” Selain itu ada juga “Yesus-yesus, dengar doaku, janganlah engkau lalui, brilah berkatmu” Dan pada masa-masa akhir hidupnya ia pernah berkata “Saya adalah orang yang paling beruntung didunia ini, karena ketika dalam keadaan buta, saya dapat melihat Tuhan dengan jelas, dan ketika saya ke Surga kelak, wajah pertama yang saya lihat adalah wajah juruselamatku.” Ditengah keadaannya yang buta, miskin, dan tanpa seorang ayah, Ia dapat merasakan berkat rohani yang besar dari Tuhan. Karena itu ia mengatakan “saya adalah orang yang paling beruntung”.

Bagaimana dengan saudara? Maukah saudara menjadi orang yang diberkati baik secara jasmani maupun rohani? Maukah hidup anda dipenuhi dengan kecukupan, dan pekerjaan yang diberkati? Maukah saudara memiliki perasaan damai, hidup yang penuh sukacita, perasaan syukur ditengah-tengah pergumulan-pergumulan hidup? Dan maukah saudara memiliki dan mengenal Tuhan yang adalah sumber berkat itu? Jika mau, syaratnya Cuma 1Mari kita terus memperhatikan firman Tuhan, mendengarkannya, serta melakukannya dengan setia. Percaya atau tidak, hidup kita akan limpah dengan berkat Tuhan.

No comments: