Sunday, July 06, 2008

Benih

Sebutir benih
Ditanam di ladang Ibuku
Penjagakulah yang menanamnya
Dengan sentuhan limpah kasih

Benih itu mulai tumbuh
Sedikit demi sedikit
Perlahann demi perlahan
Menancapkan akarnya, di ladang ibuku

Tiba-tiba hama menyerang
Dengan begitu garang
Hendak menyambut benih
Yang rentan dan lemah masih

Namun. . . .
Penjagaku meghalangi
Melindungi dengan tangan-Nya
Perkasa tak tergoyahkan

Dengan tegas Ia berkata...
Dia milik-Ku, kesayangan-Ku
Benih yang sangat berarti
Tiada yang boleh mengganggu

Benih itu pun tumbuh
Dan menghasilkan buah
Untuk tujuan yang baik
Tujuan sang penjaga

Oh.. Penjagaku
Tak pernah Kau terlelap
Engkau mengatur hidupku
Engkau menjadikanku berarti

Amin

3 comments:

mariaNath said...

Pelindung itu pula yang mengukir sejuta karya dari sekelumit benih...

Anonymous said...

awesome poetry ... those are give much inspirations and strength to others who read it ... when I read it I washed away into the real condition ... Keep on Fire ... blessed to bless ... GBU :)

Fong said...

Thanks for comment. GBu too